Your Sleep

Dan seketika galeri handphone penuh dengan si kecil yang tertidur pulas. Wajah yang penuh kedamaian.

Iklan

Bebiblus

Sebelum kelahiran Ahsan, aku pernah baca tentang baby blues. Sempat juga blogwalking hingga menemukan beberapa pengalaman para ibu menghadapi baby blues. Terutama ibu yang lahiran caesar. Banyak dentuman yang dilontarkan para tamu, bahkan keluarga sendiri, tentang proses itu.

Hmm, berharapnya aku tidak mempunyai pengalaman baby blues atau setidaknya, aku tahu cara mengatasinya. Yeah.

Seperti dugaan, setelah lahiran, banyak yang mempertanyakan kenapa lahiran CS. Aku jawab saja, “Sungsang. Ngga bisa muter dedeknya. Sudah pewe.”

“Jarang jalan sih… Kurang banyak ngepel… Kurang banyak sujud,”

Its okay. I think so. But, dedeknya sudah keluar. Sehat. So, kata-kata orang tentang CS, aku benar-benar kebal. Gooood

CS mah ngga perlu ngeden. Bayinya tinggal diambil dokter. Seorang ibu belum pernah ngeden saat lahiran itu kurang sempurna.

Saat semuanya aku pikir selesai, tidak juga. Aku harus menahan sakit akibat operasi itu. Diberi minuman daun binahong, katanya, biar cepet kering lukanya. Dan sempat juga minum obat china. Lupa merknya. Aku hanya berpikir lukanya cepat kering, jadi boro-boro kepikiran searching kandungannya apa.

Mujarab.

Sisi lain, aku sembuh, sudah bisa jalan, tapi ASI masih ngga bisa keluar. Mampet. Seret. Keluarnya merembes malu-malu.

Jadinya, Ahsan sufor. Kadang enen langsung, tapi kalau nangis kejer, sufor.

Apalagi aku dan Ahsan yang hampir selalu dikelilingi orang tua, Ahsan nangis sedikit, langsung buat sufor. Selalu begitu.

Dan akhirnya siapa yang nangis…. Aku 😅😅😅. Siapa yang kesel….. Aku.

Alhamdulillah nya, aku punya suami yang super duper sabar. Ya, seimbang dengan super duper menyebalkannya 😂😂😂.

Pelan-pelan, suami menyuruh kami tidur di kamar lagi. Tidak di ruang tengah. Ahsan nangis ya aku yang pertama tahu, langsung dienenin. Pokoknya, Ahsan rewel atau ngga ya with me

Suasana hati yang baik, ASI pun sedikit-sedikit membaik. Jumlah minum botol sufor semakin menurun tiap harinya.

And, 😊😊😊. Alhamdulillah.

Welcome, Ahsan…

Bismillah…

Namanya Ahsan Anara Rizki, cinta pertama aku 😁

Pertama kali melihat tubuh kecil itu saat di ruang operasi. Aku yang hampir tidak berhenti menangis karena takut operasi, justru melihat Ahsan tidak menangis. Ahsan menangis setelah diazani ayahnya, baru bisa menangis.

Pipi yang lubeeeer…

Mulai Lagi

Bismillah…

Baiklah. Ini adalah post pertama di tahun 2019 ini. Kembali. Iya, sepertinya akan benar-benar memulai kembali melakukan ini. Menulis.

Alasannya, untuk kesehatan mental diri sendiri 😁 Dan ada yang ingin selalu aku ingat. Karena ketika menulis, aku bisa bersyukur atas suatu hal, berpikir positif akan suatu hal, dan bahagia karena-Nya.

Just simple to me.

Hari ini Hadiah

Pernah suatu pagi berangkat SMA (seperti biasa jalan kaki), di jalanan terlihat sepi. Hampir tidak ada anak sekolah lain yang sama berjalan sepertiku. Aku lupa, waktu itu aku kepagian atau kesiangan. Lalu, menghadap langit yang begitu membiru muda dan gumpalan awan putih, bahagianyaaa…. Dan sayup-sayup seseorang berkata, lihatlah langit biru muda, awan putih, matahari, angin, semuanya adalah hadiah untukmu hari ini karena kamu jadi anak baik. 

Pagi tadi, aku berjalan seperti biasa. Aku agak kesal karena suatu hal. Di jalan, aku melihat langit biru muda dan awan putih menggumpal. Aku jadi mengingat diriku dulu, yang berpikir, hari ini adalah hadiah dari Allah untukku. Sesimpel itu, agar aku bahagia. 

Huft… iya, ketika kesal ataupun marah, sebetulnya akan kembali padaku dalam bentuk sesal. Sesal yang menyesakkan. Yaaa, maafkan aku. 

Satu hal lagi, jika seseorang itu hari ini aku kesal (lagi) , ia akan berkata, loh jumat barokah kok jutek. 

Aku pun tambah kesal nantinya. 

Aku dan Makanan Ajaib 

Modeeel

Seseorang sering memberiku makanan. Kadang nasi rames. Kadang nasi lengko atau nasi goreng atau nasi padang. Membeli bakso atau mie ayam juga pernah. Ada lagi? Hm.. jajanan seblak, somay, pisang coklat, es kelapa muda, sampai jus alpukat juga sempat mendarat di depan mata. 

(Ada yang belum diabsen kah?) —Iya, ndak ada fotonya. Ndak kepikiran difoto. Jadi cuma singkong keju itu yang kebagian nongol di blog. Jadi model dia 😅—

Ya. Baginya, mungkin aku adalah perempuan yang suka makan. Seporsi nasi padang yang buanyak bisa habis tanpa sisa (padahal itu karena aku tidak suka menyisakan makanan. Kecuali memang perut tidak bisa benar-benar menampung). Dan menurutnya, aku bisa kesal karena kelaparan. 😲😲😌😌😌

Ah iyaa.. 

Pernah suatu hari aku betul lapar karena full mengajar. Baru sempat jajan ketika beres KBM. Jajannya roti coklat dan sosis sarebuan. Lalu kepergok seseorang tadi. 

“Lapar, Bu?” 

“Ngga. Cuma pengen jajan aja Pak,” 

“Ihh, kok sosis? Ngga sehat tahu,” katanya lalu merampas jajanan berbaju oren itu.

Si bapaknya meloyor pergi. Dan beberapa menit kemudian,  lagi-lagi ada nasi rames. 

Alhamdulillah.