Pagi ini Hujan

Pagi ini hujan. Adem sekali. Sambil mendampingi anak-anak belajar mempersiapkan UKK, aku jadi ingat kata-kata seseorang. Kata-katanya yang membuat aku mengingat tentang dulu. 

Dulu 

Yang ketika lulus SMA, aku tidak mempedulikan kemana aku akan lanjut. Aku cukup berusaha lewat tes PTN. Lalu doaku, terserah Allah ingin aku dimana. Aku yakin, itu terbaik. 

Dulu

Yang ketika kuliah, aku tidak mempedulikan nilai di atas kertas. Aku cukup mengerjakan tugas dan ujian (diusahakan) dengan jujur. 

Dulu

Yang ketika lulus kuliah, aku hanya cukup melamar beberapa sekolah. Tidak menuntut harus kemana atau kemana. Ke sekolah favorit atau bukan. Aku hanya ingin mengajar.

Dulu

Yang ketika umur 25 tahun belum terlihat jodoh, aku hanya mengatakan padaNya bahwa aku sudah merindukan seseorang itu bahkan sebelum aku melihatnya. Lalu aku memohon hatiku dikuatkan untuk menunggu lagi. 

Dulu  

Yang ketika aku mulai menyukai laki-laki, aku memohon agar dijauhkan perasaan tadi. Diam-diam menjauh dan menjauh. Walaupun endingnya agak seperti roller coaster. Shocked. Unpredictable. Subhanallah. 

Sekarang. Aku merasa sudah jarang begitu. Menerima penerimaan dari-Nya, yang penting sudah do the best. Tawakkal. Jarang. Menjadi sering khawatir terhadap hal-hal yang tidak perlu. 
Allah Maha Pengatur. Yang punya skenario terbaik. Tidak ada keraguan sedikitpun. 

Semoga bisa lebih baik. Aamiin. 

Dan, for you Bro… terimakasih sudah mengingatkan. Kamu sudah dewasa diam-diam. Atau apa aku baru tahu bahwa kamu memang lebih dewasa. 

Iklan