Algoritmanya 

Apa yang aku dengar, yang aku lihat, yang aku rasakan, itu adalah input. Ketika yang aku dengar berupa bentakan, kemarahan, dan keluhan. Kau tahu betapa keras processing-nya agar outputnya tidak sama seperti itu. Algoritmanya diubah agar marah bisa berbalas tenang, bentakan bisa berbuah senyum dan keluhan bisa menjadi semangat.

Ketika yang aku lihat dan aku rasakan adalah penjejalan atas kesedihannya, aku berkata bahwa kau hanya perlu merasa cukup.

Tapi ya begitu, susah.

Kau bilang, mungkin aku belum paham, hanya berteori. Lalu apa aku akan sepertimu juga? Menebarkan hal-hal negatif. Sama-sama marah. Sama-sama membentak. Sama-sama mengeluh. Sama-sama mengikat dunia.

Dan aku rasa, jika algoritmanya sama sepertimu, apa aku bisa bahagia?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s