Awal Lagi

Kau tau, kenapa aku lama tidak menulis lagi? Karena aku sudah menemukan seseorang yang bisa mendengarku langsung. Dan aku mengatakannya langsung. Lalu ketika seseorang itu sibuk, emosiku langsung kalang kabut seperti balon yang sedang dikempeskan. Aku marah-marah lagi. Aku sering kesal. Sensitif. 

Aku cari pelampiasan. Aku sibuk bekerja. Pekerjaanku menumpuk. Ini itu. Tetapi aku malah tambah stres. 
Pelampiasan lain adalah tidur. Tetapi ketika bangun, ceritanya masih sama. Tidak ada yang berubah. 
Aku menulis cerpen, mentok. Aku ikut lomba, tidak terkejar. 
Seseorang bertanya, Kenapa? 
Aku jawab, tidak tahu. Dalam hati, dia lah sumber emosiku. 

Tapi bukan seperti itu. Yang salah itu aku. 

Aku cari lagi. Lalu aku ingat, aku sudah lama tidak menulis. Bukan menulis cerpen atau novel, karena menuliskannya dalam emosi labil malah depresi. Aku menulis apa yang aku rasakan. Hal yang sepele, hal yang menyenangkan, mengecewakan, apapun, persis apa yang ingin aku ceritakan pada seseorang. 

Iya. Hari ini, aku mulai bercerita lagi. Menulis lagi. Aku tidak akan memaksa otakku untuk menemukan ide cerpen atau novel. Menulis apa saja. Yang tidak penting sekalipun. 

Bismillah 

Iklan

3 respons untuk ‘Awal Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s